Categories
Business

Viral di Jambi: Guru SMK Dikeroyok Siswa, Begini Kronologi Asli

Sebuah insiden mengejutkan terjadi di lingkungan pendidikan setelah beredar video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang guru diduga dikeroyok oleh sejumlah muridnya sendiri di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur. Kasus ini terjadi pada Selasa pagi, 13 Januari 2026, dan langsung menjadi sorotan publik karena memperlihatkan konflik dalam ruang kelas yang berubah menjadi kekerasan fisik.

Awal Kejadian dan Argumen di Kelas

Peristiwa bermula saat kegiatan belajar mengajar berlangsung di kelas. Guru yang terlibat, Agus Saputra, sedang memberikan pengajaran ketika terjadi cekcok mulut dengan salah satu murid yang diduga melontarkan kata-kata tidak pantas dan tidak sopan ke arah guru tersebut. Sengketa lisan ini kemudian memicu emosi dan membuat suasana kelas menjadi tegang.

Agus kemudian mencoba menenangkan situasi dan meminta siswa yang terlibat untuk mengaku atas ucapannya, namun percakapan itu semakin memanas hingga berujung adu jotos antara guru dan murid. Situasi yang awalnya hanya verbal berubah menjadi kekerasan fisik di dalam kelas.

Kronologi Pengeroyokan

Video yang beredar menunjukkan sejumlah siswa berkumpul di sekitar tempat kejadian. Beberapa dari mereka diduga ikut menyerang dan mendorong guru, sementara siswa lain hanya menyaksikan tanpa melerai. Hal ini mengakibatkan suasana kelas menjadi cukup gaduh dan menimbulkan keprihatinan netizen yang menyaksikan video tersebut.

Kejadian ini juga terekam dalam durasi sekitar 3 menit 28 detik, yang menunjukkan bagaimana konflik di lingkungan sekolah berubah menjadi insiden fisik yang memprihatinkan.

Reaksi Pihak Terkait

Kasus ini mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk warganet yang mengecam aksi kekerasan di ruang belajar. Banyak yang mempertanyakan mengapa situasi bisa memuncak hingga seperti itu dan mengajak semua pihak untuk melihat lebih jauh akar masalah seperti disiplin, pembinaan karakter, etika, dan pengelolaan emosional di sekolah.

Pakar pendidikan juga memberi sorotan bahwa kejadian seperti ini menunjukkan pentingnya penguatan nilai etika dan hubungan yang sehat antara guru dan murid, serta adanya pengelolaan konflik di lingkungan sekolah yang lebih baik.

Isu Lebih Luas

Insiden pengeroyokan guru oleh murid ini juga memicu perdebatan nasional mengenai kualitas pendidikan, pembinaan karakter pelajar, dan peran sekolah dalam mencegah kekerasan di lingkungan akademik. Banyak pihak mengingatkan bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat aman bagi guru dan siswa, bukan arena konflik fisik