Categories
Business

Hoaks Listrik & ATM Mati 7 Hari di Indonesia – Ini Faktanya

Sebuah informasi yang viral di TikTok, Facebook, WhatsApp, dan platform media sosial lain mengklaim bahwa listrik nasional dan layanan ATM di Indonesia akan mati total selama tujuh hari berturut-turut sebagai akibat dari krisis global — bahkan isu tersebut dikaitkan dengan perang dunia atau konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Unggahan ini menyertakan gambar dan narasi yang tampak meyakinkan, termasuk potongan video dengan nama Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun, lengkap dengan teks yang mendesak masyarakat untuk mempersiapkan persediaan selama tujuh hari tanpa listrik karena akan terjadi pemadaman besar-besaran.

Versi narasi yang beredar juga menyebut:

  • ATM tidak akan berfungsi
  • Internet hilang
  • Kulkas dan AC tidak menyala
  • Air bersih sulit didapat
  • Tidak ada penerangan malam hari
    — seolah-olah kejadian tersebut hampir pasti akan terjadi.

Penelusuran Fakta & Klarifikasi Resmi
Tidak Ada Pernyataan Resmi dari Pemerintah / Otoritas
Hingga kini, PT PLN (Persero), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maupun pemerintah Indonesia tidak pernah mengeluarkan peringatan, jadwal pemadaman, atau rencana apapun tentang pemadaman listrik nasional selama tujuh hari.

2. Asal Klaim Bukan Pengumuman Resmi
Klaim yang beredar sebenarnya berasal dari potongan pernyataan dalam sebuah podcast bersama Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun — di mana beliau mengajak masyarakat untuk menyadari pentingnya kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat. Isi lengkapnya berbicara tentang kemungkinan situasi darurat seperti listrik mati atau tidak berfungsinya layanan dasar bila suatu bencana besar terjadi, bukan sebagai prediksi pasti yang akan terjadi dalam waktu dekat.

3. Penyebaran dengan Narasi Dipelintir
Dalam unggahan viral, pernyataan aslinya sering dipotong dan ditambah klaim-klaim yang tidak ada di konteks asli, misalnya:
bahwa pemadaman itu dipicu oleh perang AS-Iran
bahwa pemadaman itu pasti akan terjadi
Padahal tidak ada bukti yang mendukung klaim-klaim tersebut.nyebaran dengan Narasi Dipelintirbahwa pemadaman itu dipicu oleh perang AS-Iran

Media Nasional Tidak Melaporkan Ancaman Ini
Media berita besar di Indonesia seperti Kompas, Detik, Antara, Tempo, dan media lainnya tidak pernah memuat berita tentang perencanaan atau ancaman pemadaman listrik nasional selama 7 hari — menandakan informasi itu belum pernah dikonfirmasi oleh sumber resmi.